Arsip Kategori: Islam

Pelarangan Ahmadiyah Tidak Bertentangan Dengan HAM

Tindakan pemerintah yang membiarkan aliran Ahmadiyah terus ada bahkan dapat memperoleh visa untuk melaksanakan umroh dan ibadah haji merupakan tindakan penodaan pemerintah Indonesia terhadap tanah suci Mekah dan Madinah.

“Jadi kami ingin sampaikan disini pemerintah Indonesia bertanggungjawab selama sekian puluh tahun telah membiarkan Ahmadiyah melakukan ibadah haji dan umroh artinya pemerintah Indonesia membiarkan orang-orang kafir murtad untuk masuk ke tanah suci haramain, Mekkah dan Madinah,” ujar Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat membacakan pledoi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/10). (Eramuslim)

Pihaknya telah melayangkan protes tentang keikutsertaan Ahmadiyah dalam ibadah di tanah suci, menurutnya, dalam waktu dekat akan menyurati Raja Abdullah, pimpinan Kerajaan Aran Saudi, Majelis Ulama Arab Saudi, dan Kementerian Haji Arab Saudi terkait belum dikeluarkannya pelarangan berhaji bagi pengikut Ahmadiyah.

Sebenarnya, lanjut Habib Rizieq, apabila pemerintah RI mengambil tindakan melarang dan membubarkan Ahmadiyah, sesuai dengan Perpres No.1/PNPS/1965 tentang pencegahan dan atau penodaan agama. Sekaligus sejalan dengan Fatwa MUI tahun 1980 dan tahun 2005, sejalan dengan Fatwa Rabithah Alam Islami (RAI) tahun 1974 dan Keputusan Organisasi Konferensi Islam tahun 1985. Bahkan sejalan dengan sikap Lembaga Fatwa diseluruh dunia Islam, baik Sunni maupun Syiah.

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq pun menegaskan, bahwa tindakan negara untuk melarang Ahmadiyah itu tidak bertentangan dengan Resolusi HAM PBB, karena dalam Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, pasal 18 ayat 3, yang termuat dalam lembar fakta HAM PBB No.15, dengan tegas dan jelas memberikan hak kepada negara untuk melakukan pembatasan hukum yang diperlukan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan atau moral, atau kebebasan orang lain.

“Itulah sebabnya, seluruh dunia Islam telah secara resmi melarang Ahmadiyah di negeri-negeri mereka. Bahkan Singapura saja, yang bukan negeri Islam, Ahmadiyah tidak disebut Islam dan pemakamannya dipisahkan dengan umat Islam, “ jelasnya.

Jadi, tindakan pemerintah yang membiarkan Ahmadiyah tetap terus ada ini karena ‘tidak tahu’ keberadaan resolusi ini ?  Atau pura-pura tidak tahu karena mata dan telinganya sudah ‘disumpel’ oleh pihak-pihak tertentu ?


FPI: Guntur Romli Koordinasikan “Preman” Punk

Kamis (25/9) siang, Aktivis Front Pembela Islam (FPI) kembali bentrok dengan massa Front Pembela Islam (FPI) dan pendukung Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Bentrok yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, membuat lalu lintas di Jalan Gajah Mada macet sepanjang 2 kilometer. Jalan Gajah Mada yang sempat ditutup akibat tawuran batu.

Seperti diketahui, bentrokan antara FPI dan pendukung AKKBB tak terhindarkan, setelah sempat bersitegang saat akan memasuki ruang sidang. Aksi kedua massa berlanjut hingga ke jalan di depan gedung PN Jakpus.

Massa AKKBB yang bergerak menuju gedung PT Pelni yang berada tepat di sebelah PN Jakpus mendahului aksi dengan melempar batu. Pelemparan pun saling berbalas, hingga aksi berubah menjadi tawuran.

Kerahkan “preman”

Bentrok bermula ketika jam shalat Dzuhur mayoritas aktivis FPI yang dipimpin Habib Ali Al-Hamid melakukan shalat. Tiba-tiba, salah seorang anggota FPI melaporkan dirinya ‘diserang’. Menurut beberapa aktivis FPI, mereka dilempari batu bata di depan Gedung Pelni.

“Karena anggota FPI tak membawa senjata, mereka hanya menunggu. Akhirnya sisa-sisa bata lemparan itulah yang dibuat membalas,” ujar Rudi, salah seorang Humas FPI kepada www.hidayatullah.com.

Massa AKBB sempat lari tunggang-langgang, termasuk koordinator aksi, Guntur Romli sempat lari dan berseumbunyi di lantai dasar gudang Bank Mandiri.Bentrokan berakhir sekitar pukul 13.15 WIB ketika sebagaian aparat melerainya.

Menurut Rudi, sejak semula, massa AKKBB yang dibawa oleh rombongan Guntur Romli di PN Jakpus untuk menghadiri agenda sidang lanjutan kasus bentrok massa di Monas pada 1 Juni sempat melakukan provokasi.

Guntur Romli yang juga Manajer Program Yayasan Jurnal Perempuan ini dinilai Rudi berkali-kali memancing emosi massa FPI untuk bersikap reaktif.

Kepada salah satu koordinator FPI, Habib Ali, aktivis JIL yang belum sempat lulus Al-Azhar itu berkali-kali melakukan penghinaan. “Tapi karena sejak awal kita sudah diintruksikan tidak terpancing ya kita biarkan,” tambah Rudi.

Menariknya menurut Rudi, saat di persidangan, Guntur membawa 33 rombongan orang-orang berwajah “preman” punk.

“Ciri-ciri mereka berambut aneh-aneh, rata-rata dicat merah, bercelana sempit, memakai anting-anting dan memakai kaos Banser Gus Nuril,” ujarnya.

Meski menggunakan baju seragam Banser, FPI kurang percaya jika itu adalah anggota Banser-NU yang dikenal agamis. Masalahnya, menurut Rudi, meski di bulan Ramadhan, sebagian mereka merokok,” tambahnya.

Sinyalemen Rudi ini hampir sama dengan pengakuan Habib Rizieq kepada beberapa wartawan.

“Dan jahatnya preman-premen ini sengaja diberikan kaos baru, dan sablonan baru bertuliskan Banser dan Gus Nuril, ini upaya adu domba antara FPI dengan Banser, saya sampaikan sekali lagi FPI dan NU bersaudara. Dan LPI dengan Banser bersaudara tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengadudomba kami,” ujar Habib Rizieq Shihab. [cha/www.hidayatullah.com]


99% Produk di Indonesia Belum Terjamin Halal

Produk-produk di Indonesia seperti makanan, minuman, obat, kosmetika masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal.

Dari kurang lebih 2,5 juta produk yang beredar di Indonesia hanya 3.742 produk saja yang sudah mememilik sertifikasi halal. Atau dengan kata lain 99% produk di Indonesia belum terjamin halal.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam membacakan sambutan pemerintah mengenai RUU Jaminan Produk Halal di Komisi VIII DPR RI Senayan, Kamis Malam, Jakarta (18/9/2008).

“Produk makanan, minuman, obat, kosmetika dan lainnya yang telah mendapat sertifikat halal hanya berjumlah kurang lebih 3.742 produk, sementara produk makanan, minuman, obat, kosmetika dan produk lainnya yang beredar di Indonesia termasuk produk impor dan restoran seperti data Gapmmi berjumlah 2,5 juta produk,” ungkapnya.

Menurut Fahmi tantangan yang dihadapi sekarang ini semakin berat, terutama setelah membanjirinya banyak produk-produk impor yang kemungkinan besar unsur bahan bakunya tidak terjamin kehalalannya. Hal ini terjadi mekanisme teknis pemrosesan, penyimpanan, pengepakan dan pengiriman sering tidak dilakukan dengan kaidah-kaidah halal.

Bahkan hal itu, lanjut Fahmi, bukan hanya terkait dengan masalah unsur halalnya saja namun terkait soal unsur-unsur yang mengandung membahayakan kesehatan manusia.

“Dengan demikian maka jumlah produk yang belum dijamin kehalalannya masih jauh lebih banyak beredar di masyarakat daripada produk yang telah dijamin kehalalannya,” ujarnya.

Sehingga menurut Fahmi, RUU Jaminan Produk Halal sangat penting dan ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat, terlebih lagi mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim yang sudah memiliki kesadaran dalam mengkonsumsi produk halal.

Upaya pemerintah mendukung produk jaminan halal, telah dirintis oleh Majelis Ulama Indonesia sejak 17 tahun lalu dengan membentuk LPPOM-MUI sebagai lembaga yang memberikan jaminan kehalalan suatu produk.(Detik Finance)


Detikcom : Harga Daging Tikus Melonjak Tajam di Kamboja

Harga daging tikus meroket di Kamboja belakangan ini. Dengan laju inflasi yang terus melonjak, daging tikus menjadi satu-satunya daging yang bisa dijangkau rakyat miskin negeri itu. Buntut tingginya permintaan, kini satu kilogram daging tikus dijual dengan harga sekitar 5.000 riel (US$ 1,28)! Padahal tahun lalu, harganya cuma 1.200 riel.

Kenyataan hidup diatas benar-benar memilukan, apalagi dari berita detikcom ini juga diberitakan bahwa beberapa negara seperti Thailand daging tikus juga dikonsumsi dan lebih memilukan lagi, negara bagian di India timur pemerintahnya sudah mengimbau warganya untuk mengkonsumsi daging tikus.

Bisa dibayangkan bagaimana kemiskinan benar-benar sudah begitu parahnya hingga hama pengerat tikus pun dikosumsi. Mungkin hal ini tidak terlalu bermasalah buat penduduk dinegara-negara dengan dengan penduduk mayoritas non muslim jadi tidak perlu memusingkan halal-haram daging tikus tersebut, bagaimana bila hal ini terjadi di Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim ? kita juga mungkin tidak perlu terlalu memusingkan kenaikan harga daging karena makan tanpa dagingpun jadi tapi bagaimana bila untuk membeli beras juga kita tidak mampu seperti yang pernah diberitakan media massa beberapa waktu yang lalu, diberitakan bahwa ada banyak warga miskin dinegeri kita yang terpaksa harus mengkonsumsi nasi aking demi untuk menyambung hidup karena tidak mampu membeli beras.

Kita berharap pemerintah sebagai abdi dan pengayom rakyatnya dapat memahami kesulitan masyarakat saat ini, apalagi dengan kenaikan harga pangan menjelang puasa saat ini yang semakin menggila. Hingga masyarakat miskin tidak perlu ‘menghalalkan’ makanan yang semestinya haram, malu donk dinegeri yang subur dan kaya ini ko masih ada warga negaranya yang kelaparan.


Islam dan Wanita

“Mendidik seorang pria kita hanya membangun individu sedangkan mendidik seorang wanita berarti kita membangun bangsa”, ini adalah salah satu petikan kalimat favorit saya yang saya ambil dari sebuah artikel di internet. Begitu besar peran wanita dalam mempengaruhi perkembangan sebuah bangsa hingga tidak salah bila Islam begitu menghargai harkat dan martabat wanita serta begitu memuliakan mereka.

Dalam islam wanita juga memiliki hak-hak yang sama dengan kaum laki-laki, kecuali beberapa hak dan hukum yang memang khusus bagi kaum wanita, atau beberapa hak dan hukum yang khusus bagi kaum laki-laki yang layak bagi masing-masing jenis sebagaimana dijelaskan secara rinci di dalam bahasan-bahasannya (Al-Manhaj).

Islam memandang wanita sebagai sosok yang berperan paling besar dalam mentarbiyah (mendidik) generasi yang telah dipersiapkan oleh Allah, baik secara fisik maupun jiwa. Wajib bagi wanita untuk tidak melupakan risalah yang mulia ini disebabkan karena pengaruh materi atau modernisasi apa pun adanya, karena tidak ada seorang pun yang mampu melakukan tugas agung ini yang sangat menentukan masa depan ummat kecuali dia. Dengan demikian maka kekayaan ummat akan semakin baik, itulah kekayaan sumber daya manusia (Dr. Yusuf Qardhawi).

Mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, Yusuf Estes, mengatakan, Islam merupakan agama yang tidak hanya terpesat perkembangannya di dunia tetapi juga lebih menarik perhatian kaum wanita di berbagai belahan dunia.”Perbandingan antara wanita dan pria yang memeluk Islam adalah 10 berbanding dua,” katanya di depan ratusan orang warga Kristen dan Muslim yang memadati aula kota (city hall) Brisbane, Australia untuk mendengarkan ceramahnya tentang Islam yang damai.

“Mengapa lebih banyak wanita yang memeluk Islam dari kaum pria? Apakah karena mereka mau dipukuli (pria Muslim)?” katanya bergurau untuk menepis anggapan keliru sejumlah pihak di luar Islam bahwa hak-hak wanita tidak dihormati dalam Islam.

Islam tidak menyalahkan kaum wanitanya atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka. “Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan…,” (hidayatullah.com)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.